Senin, 18 Januari 2016

CERITA DI TELENG RIA BERSAMA KELUARGA






Rabu, 25 November 2015

ANJANGSANA PENDOPO KAB. PACITAN






Jumat, 06 November 2015

HUT 70 KEC. DONOROJO







NGIROBOYO







Rabu, 21 Oktober 2015

FOTOGRAFI PONSEL

KEGIATAN SANTAI SEMBARI 
SEMANGAT FOTOGRAFI

SEPATU ANAKKU



CLASSIC RADIO

JAJARAN AIR GALON

MEJA

Selasa, 21 April 2015

ANAK_KU

Anakku


Tataplah Masa depanmu dengan semangat, dengan penuh optimisme, Kesabaran, dan Penuh Doa, percayalah  bahwa  perjuangan mu kelak akan membuahkan Hasil.  “ Sopo Nandur apik yo Bakal Ngunduh Apik”, Ingat Tuhan, Ingat Orang Tua, Manembah Marang Gusti, Ngormati Wong sing Luwih Tuo, urip Iki cen rekoso le, dadi ra sah Nggresulo, jangan bertindak dengan emosi karena itu akan mejerumuskanmu, bertindaklah dengan penuh kesabaran, karena hidup ini  adalah Tuntunan Agama,
Kelak Jika kamu dewasa, dewasalah karena pola pikir jangan Cuma dewasa pada umur, selalu rendah hati, suka menolong orang lain.  Raih Cita-citamu Melalui Kerja Keras, Sabar, Doa dan Jalan Yang Benar.
Bapak Ibumu akan Membantu Sekuat Tenaga Untukmu, Percayalah Anakku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Tuhan Akan Selalu Membantumu Untuk Meraih Cita- Citamu.


Maafkan Bapakmu yang belum Bisa membuat Kamu Tersenyum Sebagaimana teman-temanmu.

Rabu, 15 April 2015

SEMARANG - PEKALONGAN



SEMARANG – PEKALONGAN

            Kita tahu moda transportasi darat yang elegan Murah nan berkesan adalah kereta api, seiring berjalanya waktu dan peremajaan baik manajemen dan armada sekarang kereta api menjadi salah satu tranportasi andalan kaum semenjana sepeti saya. Kereta api yang dulu dianggap sebagai transportasi darat yang berbahaya sekarang di sulap menjadi tranportasi favorit pemirsa.
            Hal itu juga yang membuat saya merasakan kedasyatan yang luar biasa saat naik kereta api dari semarang menuju pekalongan, pengalaman yang luar biasa mengingat kereta api kelas ekonomi saja mengalami peningkatan yang signifikan, hal pertama yang membuat saya terkesima tiada tara adalah soal tiket, dulu waktu mau naik kereta Jogja solo, Alias Pramex (Prambanan Express), dadak Antrine dawane Ngalahne Sepure, sekarang semuanya Era Online semuanya bisa dari jarak Jauh, tak perlu antri tiket, cukup masuk toko Alpa ato Indo pesan tiket, sodorkan KTP bayar Udah Dapat tiket yang di pesan.
            Itulah teknologi, sampai di stasiun keretapun kita tidak perlu lagi antri untuk sekedar mengganti tiket, sudah ada layanan computer dengan memasukan kode dari toko tadi sudah kita bisa print sendiri dan eng..ing..eng….Tiket sudah di genggaman. Alhasil tidak ada jerih payah yang luar biasa untuk antri tiket. Wow luar biasa serasa di Jepang (Padahal rung Tau Nyang Jepang). 


            Perjalanan Piknik yang luar biasa ini saya mulai dari semarang di stasiun poncol, sebelumnya nginep rumahnya teman biar dapat gratisan, lumayan mengurangi ongkos, Alias Ngirit Duit . tidak juga maklum teman saya ini Sugihe  pol, punya 2 rumah, 4 Mobil, Hp kelas kakap, 1 Istri, dan 1 kamar mandi…hehe.
            Dari stasiun Poncol perjalanan saya mulai dengan Doa Bismillah, naik kereta masuk dulu kaki kanan…hehe. Memilah milih tempat duduk sesuai dengan tiket yaitu nomer 19,  clingak-clinguk berharap bareng artis. Tapi Cuma ketemu bapak2 dengan wajah lumayan sangar dengan kumis tebal, pandangan tajam setajam silet. Saya sampai merinding daging di buatnya.
             Tak berselang lama kereta berangkat, mulailah perjalanan yang maha dasyat ini. Dari stasiun poncol di perkirakan perjalanan memakan waktu 1 jam 30 menit, dengan perasaan tertekan kupandang kaca walau sedikit Buret, tapi terlihat sawah yang indah, elok rupawan..Lebay. sampai suatu ketika AC di atas saya bocor, nasib-nasib lagi numpak sepur Pisan wae Wis Susah. Kemudian salah satu penumpang mempersilahkan saya untuk duduk di sebelahnya, seorang bapak2 dari semarang orangnya sangat ramah tidak seperti bapak yang tadi. Mengajak cerita kesana kemari Ngasi Kesel Aku untung pake Bahasa Jawa La Nek Nggo Bahasa Sunda Repot iki. Bapak tersebut menceritakan pengalaman hidup, menjadi pegawai, sampai masak di ceritakan, tak berselang lama sampailah di stasiun weleri untuk singgah sebentar ada penumpang yang naik, dan di situlah Nampak wanita mirip artris Ayune pol, berparas mempesona, elok dipandang Mata, tampak duduk di depanku dan bapak tadi, Wanita tersebut Berkata “permisi mas boleh Duduk disini..?   saya belum mengucapkan ya Silahkan, Bapak yang tadi sudah Nggomong Duluan, “Monggo Silahkan Mbak…” Paling ning pikirane Bapak kui, Bersorak Laiki Enek Hiburan, sinetron Gratis,…hehe.  
            Saking semangate bapak yang tadi bercerita sangat membabi buta perkara rumah tangga juga di ceritakan kepada wanita itu, dari istri Anak, sekolah, pasar. Campur bawur lah. Tapi si wanita tadi Cuma tersenyum saja. Tanpa mengimbangi keganasan cerita si bapak, paling di benak wanita itu hanya berucap “oalah pak wis Tuek ra Nyebut” itu Cuma kesimpulan saja lho ya. Bukan argumentasi. Memang wanita adalah perhiasan dunia karena sosok wanita tadi telah mengalihkan pandangan dan cerita Bapak itu ke saya, dalam hati saya Cuma Ingin Mengucapkan…Oalah Pak “wedus tenan, Maeng Jak Crito, bareng Enek Wedokan Aku Di Campakan…Jreet Tenan..”

Ironi Wong Ora Mbois
           

Template by : kendhin x-template.blogspot.com